Sabtu, 31 Januari 2015

Masa-Masa Indah






Begitu banyak yang mengatakan bahwa masa "putih abu-abu" adalah masa-masa yang banyak kenangan dan kegilaan, maka penulis akui hal tersebut adalah benar.


Entah kenapa hari saya merasa begitu 'mellow', sehingga menjadikan penulis sangat ingin menulis di blog tercinta ini. Penulis ingin flash back ke masa-masa penuh kegilaan, masa-masa yang "GeJe".

Penulis pun berusaha memposisikan seakan-akan kembali merasakan masa "putih abu-abu" tersebut, dari awal hingga akhir. Entah lah, mungkin perasaan 'mellow' ini muncul setelah penulis menghabiskan waktu seharian jalan-jalan di kota Padang tercinta.


Baiklah, mari kita mulai dongeng ini...

Penulis bukanlah siswa yang cerdas, namun Alhamdulillah Allah -Subhanahu Wa Ta'ala- memberikan taqdir yang begitu baik kepada kami. 

Kenapa bisa demikian ?

Ok, sebelum kita melalang buana jauh dalam dongen ini, sedikit informasi saja. Penulis menghabiskan 6 tahun bersekolah di SD swasta berbasis islam, dan sungguh beruntung rasanya bisa mengenyam pendidikan disana. Setelah itu dilanjutkan menghabiskan waktu 3 tahun di SMPN 1 Padang. Sekolah tersebut terbilang paling terkenal, paling terfavorit, paling eksis di kota kami, maka mengenyam pendidikan disana merupakan hal yang  membuat kami cukup bangga dan bahagia.

Dan Alhamdulillah, penulis pun diterima di SMAN 1 Padang.
Seperti yang telah penulis sampaikan di awal, bahwa kami bukan lah siswa yang cerdas, hanya saja taqdir Allah -Subhanahu Wa Ta'ala- yang sangat baik. SMAN 1 Padang adalah sekolah yang sangat terkenal di provinsi kami... 

Bayangkan saja..
Kami bisa mengenyam pendidikan di sekolah terfavorit untuk provinsi Sumatera Barat, bukan kah itu hal yang keren ?, hehe..

Satu bulan pertama, kami masih menempati bangunan belanda yang lumayan masih kokoh, padahal bangunan sekitar sudah 'keot' akibat gempa Padang 2009. Itu adalah gempa terkuat yang pernah kami alami.



Satu bulan pertama kami di sana merupakan waktu yang sangat tidak efektif untuk belajar. Kami hanya sibuk 'bermain-main' saja, terlebih ketika 2 kelas digabung menjadi satu ruangan, Ih WAW...

Alhamdulillah, setelah liburan lebaran usai, kami telah menempati bangunan baru. Bangunan baru ini sangat luas, bahkan lorongnya saja bisa buat main futsal, saking lebar dan luasnya, haha...

Ketika di SMP, penulis merupakan tipe anak yang pendiam dan penyendiri. Penulis pun bukan tipe anak yang aktif OSIS atau semacamnya. Namun ketika kelas X, penulis pun mulai sedikit demi sedikit menyesuaikan 'gaya permainan' yang ada disana. Alhasil, penulis pun mulai sedikit narsis.




 (Penulis berada yang paling belakang)



Banyak hal-hal 'Gila' yang telah penulis lakukan. Bahkan jika diingat-ingat sekarang, penulis merasa sangat malu, "Dulu kok bisa segila itu yaa ?".

Pada masa tersebut penulis mulai menemukan 'jati diri'. Cieee..., jati diri :p
Penulis merasa bahwa masa depan penulis mungkin lebih cocok di air, eh bukan, yang bener di bidang IT., hehe
Dan Alhamdulillah, penulis pun lolos ikut menjadi Tim Olimpiade Komputer untuk SMAN 1 Padang. Tidak hanya di eskul komputer, kami juga aktif di Tim Olimpiade Kimia, keren gak tu ? :p

Namun percayalah saudara-saudara,
Sekalipun kami terlihat keren karena berhasil bergabung di Tim Olimpiade Komputer dan Kimia Smansa, sejatinya kami tidak sehebat yang dibayangkan. Hal ini dibuktikan dari tidak adanya prestasi yang mampu penulis torehkan untuk sekolah tercinta... :'(









Perhatikan foto diatas dengan seksama, dan jangan tertipu !!
Jika saudara-saudara sekalian mengira kami sedang serius belajar, maka anda SALAH BESAR, penulis bersama remaja-remaja labil tersebut sedang khusyuk menonton drama korea !!

Yaa memang cukup memalukan untuk diakui, namun itulah kenyataan yang ada.
Penulis sempat ketularan virus-virus drama korea. Bagaimana tidak, setiap  guru kami absen mengajar, maka gadis-gadis minang itu mengambil alih TV Kelas, lalu memutarkan drama-drama korea kecintaan mereka.

Biasanya mereka memutarkan drama korea seri percintaan.... #DuhDeek...



Eitss, tunggu dulu..
Kalo sudah waktunya belajar, maka kami benar-benar menaruh perhatian yang tidak setengah-setengah, namun juga tidak tegang, sebagaimana yang tergambarkan pada foto dibawah..




Kelas kami waktu itu terkenal sebagai kelas yang 'cukup' sulit diatur, namun bukan berarti kelas yang bandel. Hanya saja, mungkin karena siswa/siswi disana nyaris semuanya labil, maka masing-masing punya ego sendiri, yang  terkadang saling  berlawanan, khususnya penulis sendiri. Sebagai contoh sederhana, untuk berfoto kelas saja, susahnya minta ampuun...
Sungguh tegar dan kuat wali kelas tercinta menemani satu tahun bersama kami pada saat itu, terpujilah engkau wahai guru...




Harus penulis akui..
Sangat banyak nilai-nilai kehidupan yang penulis dapatkan selama masa-masa tersebut.
Bahkan nilai-nilai tersebut masih kami pegang erat dan betul-betul kami terapkan hingga di perantauan, masya Allah...





Penulis sangat banyak berhutang budi kepada sahabat-sahabat kami tersebut..
Terpujilah kalian wahai sahabat-sahabat...  :)



 (Nama kelas penulis ketika kelas X adalah Kesetrum)


Insya Allah, bersambung....


[10 Rabiul Akhir 1436 - 31 Jan 2015 - Kota Padang Tercinta]



Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Foto saya
Status : Mahasiswa Teknik Informatika