Kamis, 09 Oktober 2014

Mari Mengenal Linux !!


Satu dekade ini, Sistem Operasi Linux mengalami kemajuan yang sangat signifikan. Rata-rata tiap tahunnya pengguna OS Linux makin bertambah. Kebanyakan dari pengguna Linux sekarang ini adalah para akademisi, khususnya Mahasiswa. Hal yang paling mencolok dari OS Linux yaitu OS yang Open Source, sehingga para pengguna Linux dapat mengotak-atik sistem Linux secara bebas.







Nah..
Kita bakal bahas sedikit tentang awal perkembang Sistem Operasi Linux.
Pada tahun 1969, Ken Thompson dan Dennis Ritchie (juga adalah developer bahasa C), para peneliti di AT&T Bell Laboratorium Amerika, membuat sistem operasi UNIX, cikal bakal dari Linux. UNIX berkembang secara pesat serta mulai banyak perusahaan yang melibatkan diri, dan terjadilah persaingan, sehingga dibutuhkan suatu standarisasi.  Dari sini lahirlah proyek POSIX yang dimotori oleh IEEE (The Institute of Electrical and Electronics Engineers) yang bertujuan untuk menetapkan spesifikasi standar UNIX. Sejak saat itu, muncul berbagai macam jenis UNIX. Salah satu diantaranya adalah MINIX yang dibuat oleh A. S. Tanenbaum untuk tujuan pendidikan. Source code MINIX inilah yang oleh Linus Torvalds, seorang mahasiswa Universitas Helsinki, kemudian dijadikan sebagai referensi untuk membuat sistem operasi baru yang gratis dan yang source codenya bisa diakses oleh umum, yang kemudian diberi nama Linux.



Untuk mengintall Sistem Operasi Linux, tidaklah terlalu sulit. Secara umumnya, penginstallan Linux bisa melalui 2 metode,
Pertama, Install secara fisik. Disini kita menginstall OS Linux sebagaimana kita menginstall OS lainnya, yangmana kita install pada harddisk PC kita.
Kedua, Install secara virtual. Disini kita tidak menginstallnya secara fisik, namun hanya virtual, prosesnya itu disebut Virtualisasi.


Virtualisasi pada sistem operasi adalah penggunaan perangkat lunak untuk memungkinkan satu perangkat keras untuk menjalankan beberapa sistem operasi pada saat yang sama.

Aplikasi virtualisasi : Microsoft Virtual PC, Bochs, GXEMUL, Hercules, Mac-On Linux, Parallels Workstation, Pear PC, Qemu, Virtual Box dan Vmware Workstation



                                                                              (Vmware)


Terus apa aja sih keuntungan menggunakan virtualisasi ini ??
Berikut ini beberapa keuntungan menggunakan virtualisasi :



<>  untuk memvirtualisasi suatu Sistem Operasi tanpa harus melakukan instalasi secara fisik

<>  untuk mempelajari bagaimana konfigurasi sebuah server suatu Sistem Operasi, tanpa harus  menginstal di komputer secara fisik, sehingga tidak perlu risau akan kehilangan Sistem Operas tsb.

<>   untuk Standarisasi Hardware. Virtualisasi melakukan emulasi dan enkapsulasi hardware sehingga proses pengenalan dan pemindahan suatu spesifikasi hardware tertentu tidak menjadi masalah. Sistem tidak perlu melakukan deteksi ulang hardware sebagaimana instalasi pada sistem/komputer fisik

<> untuk mempermudah proses Backup & Recovery. Server-server yang dijalankan didalam sebuah mesin virtual dapat disimpan dalam 1 buah image yang berisi seluruh konfigurasi sistem. Jika satu saat server tersebut crash, kita tidak perlu melakukan instalasi dan konfigurasi ulang. Cukup mengambil salinan image yang sudah disimpan, merestore data hasil backup terakhir dan server berjalan seperti sedia kala.

<> Untuk mengurangi panas yang dihasilkan. Berkurangnya jumlah perangkat otomatis mengurangi panasnya ruang server/data center. Ini akan berimbas pada pengurangan biaya pendinginan/AC dan pada akhirnya mengurangi biaya penggunaan listrik






Pada Linux terdapat yang namanya "Terminal". Kalo di OS Windows mirip kaya CMD. Melalui "Terminal" inilah kita melakukan berbagai proses computing / programming di Linux. "Terminal" memiliki beberapa syntax / simbol-simbol khusu, seperti :



a. Ls = Digunakan untuk membuat daftar isi folder. Anda dapat melihat berbagai jenis file dan atribut folder
contoh = ls -l x : untuk melihat isi suatu direktori x secara rinci.

b. pwd = lihat direktori kerja saat ini
contoh = belum tau

c. mkdir = membuat file baru
contoh = mkdir folder1

d. chmod = mengubah izin akses
contoh = #chmod 644 coba.txt

e. chown = mengubah pemilik file dan grup
contoh = #ls -l /home/gery/data

f. chroot = jalankan perintah dengan direktoti root yang berbeda
contoh = belum tau

g. sudo = jalankan perintah sebagai user lain
contoh = belum tahu

h. grep = global regular expresion parse adalah perintah untuk mencari file – file yang mengandung
teks dengan kriteria yang telah anda temukan.
Contoh = $ grep boo /etc/passwd

I. ps = daftar proses, maksudnya seseorang dapat melihat daftar proses mereka dan jika perlu, membunuh proses yang tidak perlu atau macet.
Contoh = belum tau

j. helt = buat shutdown dan hanya bisa digunakan super user atau login sebagai root untuk  memberi tahu kernel supaya mematikan sistem (shutdown)
contoh = belum tau

k. cd = Digunakan untuk menavigasi direktori. Anda dapat memindahkan ke lokasi dengan jalan. Cd juga bisa menggerakan anda kembali ke home anda.
Contoh = cd /var/www

l. rm = menghapus file secara permanen dan anda harus berhati – hati dengan perintah ini, karena jika sesuatu yang penting tidak sengaja anda hapus, maka tidak akan ada peringatan tentang itu.
Contoh = #rm/usr/data/data2.txt

m. mv = memindahkan cut atau rename file.
Contoh : rename file 1 menjadi file 2 → mv/etc/file1.txt file2.txt

n. date = mencetak atau merubah tanggal dan waktu pada komputer.
Contoh : merubah tanggal dan waktu ke 2000-12-31 23:57 dengan perintah: date 123123572000 (ddmmhhhhyyyy)

o.free = informasi memory (dalam kilobytes)
contoh : belum tau

p. whoami = mencetak login nama anda, untuk mengetahui anda terlogin dengan user apa.
Contoh : #whoami

q.which = menunjukan lokasi dari suatu perintah.
Contoh : # which finger


Nah..
Pada Linux kita juga mengenal yangnamanya 
"Regular Expression".

Regular Expression atau yang lebih sering disebut regex merupakan sebuah teknik yang digunakan untuk mencocokan string teks, seperti karakter tertentu, kata-kata, atau pola karakter.

Perintah grep dilakukan untuk menyaring masukan dan menampilkan baris-baris yang hanya mengandung pola yang akan tentukan (regular expression),maka ketika terdapat perintah w (pada linux) yang digunakan untuk mengetahui siapa saja yang sedang login dikomputer, kita dapat menyaring tampilan perintah w sehingga hanya menampilkan baris-baris yang mengandung karakter “PM” .
Untuk menggunakan regular expression, kita harus mengenal karakter-karakter khusus yang memiliki arti tersendiri jika digunakan dalam pola regular expression.


Sebelum kita memulai ngotak-ngatik OS Linux kita, tentunya wajib kita terlebih dulu memahami beberapa istilah-istilah penting dalam Linux, salah satunya : "root".


Root pada linux adalah Partisi ini di kenal dengan symbol “/”, Sebagai awal dari system file. Istilah root (/) pada Windows sama dengan drive C:\. /root,direktori ini hanya digunakan oleh user root dan biasanya tidak dapat diakses oleh user lain pada system. 


Lalu..
Berikut ini adalah struktur dari Direktori pada sistem berkas Linux,

'/' → Direktori root, yang menampung seluruh file yang ada dalam Linux.
            '/bin' → direktori ini berisi program perintah esensial yang dibutuhkan oleh semua user. Direktori ini tidak memiliki subdirectory.

            '/boot' → berisi semua program biner dan data yang di butuhkan untuk menjalankan (boot) sistem, kecuali konfigurasi sistem

            '/dev' → berisi file device, baik device blok maupun device karakter. Di dalamnya minimal ada MAKEDEV untuk membuat device ini secara manual.

            '/etc' → berisi file konfigurasi, tidak boleh ada file biner di bawah /etc. subdirectory yang harus ada adalah /etc/opt dan salah satu dari  /etc/X11 atau /etc/xml.

         '/home' → direktory untuk setiap user yang terdaftar di dalam sistem, di dalam directory masing – masing user, dapat dibuat konfigurasi yang spesifik untuk user bersangkutan.

            '/lib' → directory ini berisi pustaka bersama yang digunakan secara bersama – sama oleh satu pihak program atau lebih. Standart yang digunakan merujuk pada LSB

            '/media' → point pengaitan pada media yang dapat di bongkar pasang seperti disket, USB disk, Zip drive, dan sebagainya.

            '/mnt' → directory tempat pengaitan sistem file sementara /temporary. Tidak boleh ada file biner yang digunakan oleh sistem yang diletakkan disini.

            '/tmp' → directory untuk menyimpan file temporary

            '/var' → directory ini berisi file – file variable
        
         '/proc' → directory ini berisi filesystem virtual dokumentasi kernel dan proces status seperti file text.


Pada Linux pun kita bisa melakukan programming, salah satunya dengan "Bash Script".
Bash adalah sebuah shell, atau interpreter perintah baris, yangmana menawarkan sebuah fasilitas pengeditan perintah baris yang mengijinkan user untuk mengedit perintah baris menggunakan perintah-perintah emacs atau vi, dengan tujuan agar dapat menjembatani pengguna/user untuk berinteraksi dengan sistem dengan lebih fleksibel.


Contoh :
Listing 1

#!/bin/bash
date
whoami



Listing 2

#!/bin/bash
echo “Tanggal hari ini : “
date
echo “User Anda : “
whoami



Listing 3

#!/bin/bash
echo -n “Tanggal hari ini : “
date
echo -n “User Anda : “
whoami



Berikut ini ada sedikit penjelasan dari beberapa sintaks pada Shell Scripting,


a. Argumen : text / character yg ditempatkan setelah nama program dengan pemisah minimal satu spasi. Contoh:
echo $ 1 adalah salah satu $2 populer di $3,
echo “Nama script anda : $0”;
echo “Banyak argumen : $#”;
echo “Argumennya adalah : $*”;
           
            Variable : suatu nama yang dapat digunakan untuk menampung suatu nilai dan nilai yang ada padanya dapat diubah
Contoh :

#!/bin/bash

proses(){
   echo "Isi variabel a=$a";
}

a=2;
proses();
proses $a

            b. alias → memberi nama lain dari sebuah perintah
contoh: ingin menuliskan perintah ls dapat juga dengan dir dengan cara : $ alias dir = ls

            c. function →  bagian script yang berisi kumpulan beberapa statement yang melaksanakan tugas tertentu
contoh: syntax = function nama_fungsi() { perintah; }

#!/bin/bash

function say_hello() {
    echo "Hello, apa kbabar"
}

#panggil fungsi
say_hello;

#panggil sekali lagi
say_hello;

            d. if statement → Statement builtin if berfungsi untuk melakukan seleksi berdasarkan suatu kondisi tertentu
contoh :
syntax →
if test-command1;
   then
      perintah1;
elif test-command2;
   then
      perintah2;
else
      alternatif_perintah;
fi

#!/bin/bash
#if1

clear;
if [ $# -lt 1 ];
   then
     echo "Usage : $0 [arg1 arg2 ...]"
     exit 1;
fi

echo "Nama script anda : $0";
echo "Banyak argumen   : $#";
echo "Argumennya adalah: $*";

            e. while statement → selama kondisi bernilai benar atau zero perintah dalam blok while akan diulang terus

syntax : while KONDISI; do perintah; done;
contoh :

#!/bin/bash

i=1;
while [ $i -le 10 ];
do
  echo "$i,";
  let i=$i+2;
done

            f. for loop → kondisi perulangan selama kondisi yang digunakan masih bernilai benar
syntax:
for NAME [in WORDS ...]; do perintah; done
contoh:
#!/bin/bash

for angka in 1 2 3 4 5;
do
   echo "angka=$angka";
done
           
            g. case statement → seperti halnya if statement case digunakan untuk menyeleksi kondisi majemuk, dibanding if, pemakaian case terasa lebih efisien.
Syntax → case WORD in [ [(] PATTERN [| PATTERN]...) COMMAND-LIST ;;]...
esac
contoh :

clear
echo -n "Masukkan nama binatang :";
read binatang;

case $binatang in
    pinguin | ayam | burung ) echo "$binatang berkaki 2"
                  break  
                              ;;
    onta | kuda | anjing ) echo "$binatang berkaki 4"
                  break
                  ;;
    *) echo "$binatang blom didaftarkan"
                  break
                  ;;
esac

            h. expr → command yang dilakukan untuk mengevaluasi operasi aritmatika di shell scripting
contoh : expr 1 + 1, hasilnya 2
 



 Rasanya belum lengkap, kalo Linux kita yang barusan diinstall gak di Update file systemnya. Kita dapat mengupdate file system OS Linux kita melalui "Terminaal'. Jika kita akan terhubung ke jaringan proxy, maka tentunya pengaturan di Proxy harus di set terlebih dahulu. 
Berikut adalah nge-set Terminal :


Pertama, masuk terminal kemudian ketik dengan format berikut:
    export http_proxy="http://alamat-proxy:port-proxy";
contoh:  export http_proxy="http://192.168.1.1:3128";

Contoh di atas untuk protokol http saja, sedangkan untuk protokol https dan ftp, caranya yaitu dengan mengganti protokol http_proxy menjadi https atau ftp,
contoh :
    export https_proxy="https://192.168.1.1:3128";
    export ftp_proxy="ftp://192.168.1.1:3128";

Jika proxy-nya ada autentifikasi(user dan password) maka formatnya sebagai berikut:
    export http_proxy="http://username:password-anda@alamat-proxy-anda:port-proxy";

contoh: export http_proxy="http://admin:admin@192.168.1.1:3128";

Untuk menghapus settingan proxy ketikkan aja perintah unset:
    unset http_proxy
    unset https_proxy
    unset ftp_proxy




Terus kalo kita mau ngelakuin auto process gitu pada Linux, kita bisa gunaiin "Crontab".
cron adalah aplikasi daemon  (berjalan pada backgrounf)yang digunakan untuk menjalankan tugas yang dijadwalkan pada suatu waktu di sistem operasi linux. Cron ini biasa digunakan untuk membackup atau mensinkronisasi files, kirim email, reboot server, dsb.

Cara menggunakan pada linux :
1. instal cron (jika belum ada) → “sudo apt-get install cron”.

2. lihat aktifitas crontab untuk melihat schedule yang sedang berjalan di sistem anda → “sudo crontab –l”

3. edit cron jobs. Editor default dari cron adalah vi atau pico → “sudo crontab -e”

4. penulisan crontab di tulis dengan format → “* * * * * komen yang akan di eksekusi.   
    Lima
bintang itu mulai dari bintang pertama berisi : menit (0-59), jam (0-23), tanggal (1-31), bulan (1-12), hari dari minggu (0-6) dengan 0 sebagai minggu dst.

Contoh: eksekusi tiap  Jumat jam 4 sore : “0 16 * * 5 /home/mooze/script.sh”
              eksekusi tiap 10 menit tiap hari : “*/10 * * * * /home/mooze/script.sh”

5. menyimpan log crontab, supaya kita bisa memonitor apa yang sedang dikerjakan crontab kita, hasil log juga bisa disimpan dalam file. Caranya sebagai berikut :
            @daily /home/mooze/script.sh 2>&1 >> ?home/mooze/log/crontab_schedule. Log
 


cron adalah aplikasi daemon  (berjalan pada backgrounf)yang digunakan untuk menjalankan tugas yang dijadwalkan pada suatu waktu di sistem operasi linux. Cron ini biasa digunakan untuk membackup atau mensinkronisasi files, kirim email, reboot server, dsb.



Untuk saat ini, sekian dulu pengenalan dasar Linux dari saya..
Semoga kedepannya saya bisa Update Blog ini lagi, hehe... ^_^


[adeilhamfajri.blogspot.com]




Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Foto saya
Status : Mahasiswa Teknik Informatika