Jumat, 20 Desember 2013

Kepada-Nya lah semua kenikmatan dikembalikan








Tepat sehari setelah kami berkumpul bersama dalam majelis ilmu,  Allah Subhanahu Wata'ala langsung memberikan ku pratikum atas materi yang kami diskusikan sebelumnya. Kami membahas tentang syukur dan kebahagian, sebuah materi klasik namun terus menerus kita ulang agar tidak lupa untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Diakhir materi ada sesi diskusi, maka kakak mentor mulai meminta tanggapan atau apakah ada yang ingin bertanya.



Setelah hening beberapa saat, seorang teman bertanya, "bagaimana kita bisa bersyukur atau bahagia , jika orang yang kita cintai dipanggil ilahi ?". Seakan ada jeda beberapa saat untuk kami berpikir logis, bagaimana caranya kita bersyukur jika hal yang kita cintai diminta kembali oleh Sang Ilahi ?. Maka, mentor kami mencoba menjawab, "bukankah itu milik Allah Subhanahu Wata'ala, dan segala-segalanya adalah milik-Nya, dan kepada-Nya lah semua kembali, memang tidak logis kita berbahagia jika dalam kasus tersebut, namun tidaklah boleh kita meratapi jika mengalami kasus tersebut".


Seketika aku teringat akan ilmu yang dulu aku dapatkan dari seorang ulama, maka langsung aku utarakan kedalam majelis ilmu kami, sebagai tambahan dari pendapat senior tadi, "Kita bisa mencontoh betapa tabahnya juru parkir, meskipun seakan-akan ia memiliki banyak mobil dan motor, tapi ia paham bahwa sejatinya itu bukan lah miliknya, dan ketika mobil/motor itu diambil oleh yang punya, si juru parkir tidak bersedih hati". Seakan-akan aku begitu khatam dengan apa yang ku utarakan tadi.


Seperti biasa, aku dan beberapa teman terpaksa menginap lagi dikampus, karena banyak yang harus kami seleseikan, dan ketika menginjak tengah malam, aku mulai merasa tidak enak badan. Alhamdulillah, besok paginya, saya sakit. Sepertinya Allah Subhanahu Wata'ala ingin menguji ilmu yang kami diskusikan di majelis ilmu kemaren, apakah saya  benar-benar sudah "khatam" atau belum. Dengan segera aku ke parkiran guna mengambil sepeda agar bisa berbenah diri di kos, karena aku ada ujian jam 7 pagi. Dan alhamdulillah, tidak cukup Allah Subhanahu Wata'ala mengambil nikmat kesehatan yang dititipkan kepadaku, namun Dia juga mengambil nikmat transportasi yang telah titipkan kepadaku selama 4 bulan. Sepeda tersebut adalah alat trasportasiku satu-satunya, sekarang tidak dapat dioperasikan lagi, karena  gerigi, plat, dan jari-jari sepedanya telah rusak, tentunya atas izin-Nya, sehingga tidak bisa dikayuh lagi.


Langsung aku teringat akan kalimat "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un", esensi dari kalimat tersebut adalah, semua yang ada di alam semesta ini adalah milik-Nya dan kepada-Nya semua itu kembali. Tidak cukup nikmat kesehatan yang Allah Subhanahu Wata'ala ambil, namun nikmat transportasi juga. Namun Allah Subhanahu Wata'ala memang sangat mengasihani ciptaan-Nya, dalam keadaan tidak terlalu sehat, aku harus berjalan cukup jauh ke kampus, selalu saja pertolongan-Nya datang, pertolongan yang selalu tidak pernah aku duga.


Sebagai seorang muslim kita harus selalu berprasangka baik kepada Allah Subhanahu Wata'ala, karena PASTI rencana-Nya lah yang terbaik untuk kita, meskipun terkadang kita belum bisa memahami esensi yang terkadung didalamnya dan butuh waktu bagi kita untuk bisa memahaminya secara shahih.


Beberapa kalimat motivasi yang menurut saya luar biasa, :

Pernahkah saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba terpikirkan olehmu ingin berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang?
Itu adalah اللّه yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk pintu hatimu (QS 4:114, 2:195, 28:77).

Pernahkah saat kau sedang sedih, kecewa tetapi tidak ada orang di sekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati?

Itulah adalah اللّه yang sedang rindu padamu dan ingin agar kau berbicara pada-NYA (QS 12:86).

Pernahkah tanpa sengaja kau memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu, tiba-tiba orang tersebut muncul, atau kau bertemu dengannya, atau kau menerima telepon darinya?

Itu adalah Kuasa اللّه yang sedang menghiburmu
Tidak ada yang namanya kebetulan (QS 3:190-191).

Pernahkah kau mendapatkan sesuatu yang tidak terduga, yang selama ini kau inginkan tapi rasanya sulit untuk didapatkan?

Itu adalah اللّه yang mengetahui dan mendengar suara batinmu serta hasil dari benih kebaikan yang kau taburkan sebelumnya (QS 65:2-3).

Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, semua terasa begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong bahkan menakutkan?

Itu adalah saat اللّه mengizinkan kau untuk diuji, Dan اللّه ingin mendengar rintihan serta do'amu agar kau menyadari akan keberadaan-NYA.... Karena DIA tahu kau sudah mulai melupakan-NYA dalam kesenangan (QS 47:31, 32:21).

Jika kau peka, akan sering kau sadari bahwa KASIH dan KUASA اللّه selalu ada di saat manusia merasa dirinya tak mampu.

Apakah kau pikir tulisan ini hanya iseng terkirim padamu? Tidak!
Sekali lagi, TIDAK ADA YANG KEBETULAN...

Beberapa menit ini tenangkanlah dirimu, rasakan kehadiran-NYA..., dengarkan suara-NYA yang berkata: "Jangan khawatir, AKU di sini bersamamu." (QS 2:214, 2:186).

Waallahu A'lam Bisshawab..

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Foto saya
Status : Mahasiswa Teknik Informatika