Selasa, 24 Desember 2013

Cara Allah Subhanahu Wata'ala mengajari kita

                                      


Dalam menyambut libur natal, kampusku memberikan jatah libur selama 9 hari. Ini adalah berita gembira bagi banyak mahasiswa, dan akan sangat berarti mereka yang bisa pulang ke kampung halaman. Namun, bagi mahasiswa rantau seperti saya dan teman-teman saya, kampus adalah satu-satunya "tempat  pelarian" yang layak bagi kami. Tempat pelarian ternyata bukan saja istilah bagi mereka yang gundah gulana akan cintanya, namun juga berlaku bagi mahasiswa rantau bagi kami, hehe...


Sebetulnya bukan hal asing bagi ku untuk tidur dikampus, bahkan sudah terlalu sering bagi kami  untuk menginap dikampus, mungkin itu lah salah satu "fasilitas spesial" yang tidak dimiliki jurusan lain, (haha lebay...). Jika boleh jujur, nginap dikampus sudahlah pasti tidak senyaman tidur dikos, namun ini menyangkut efesiensi waktu, karena jika dikampus, kami bisa mengerjakan tugas hingga jam 2 pagi (Teruus.. ?). Berbeda dengan dikos, godaan dari tempat tidur begitu besar, seakan-akan mereka terus memanggil majikannya utk merebahkan badan ditempat "sakral" tersebut (Wuiss canggih bahasanya..), ujung-ujungnya malah ketiduran dengan tugas yang masih terbengkalai (Haha.. malah cucol).


Nah, tadi pagi cukup sedikit berbeda dari hari-hari sebelumnya. Kami telat bangun !!. Jarang bagi kami telat bangun, biasanya sebelumnya jam 04.30 sudah ada salah satu diantara kami yang membangunkan untuk sholat shubuh berjama'ah, namun tidak untuk pagi tadi. Seakan-akan alaram hp bagaikan alunan melody indah dari yiruma, kami terlelap bagaikan mayat. Akhirnya kami terpaksa sholat shubuh sendiri-sendiri (tidak berjamaah) sekitar jam 05.15 . Lho kan masih jam 05.15, terus masalahnya apaaa ?? lebay deh..!! 


Jangan pikir kalau sholat shubuh jam 05.15 masih afdhol, karena waktu syuruq dikota surabaya sekitar jam 05.10, alias sudah terbit fajar dan jatah waktu sholat shubuh telah melewati limit. Ini berbahaya, karena sholat shubuh dan isya menjadi parameter untuk mengukur keimanan seorang muslim. Sesuai hadist riwayat Bukhari, "Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh ORANG-ORANG MUNAFIK adalah sholat shubuh dan isya", dengan kata lain, ini menjadi parameter bagi kita, apakah kita tergolong orang yang munafik atau masih istoqomah.

Seusai sholat shubuh, kami dengan segera naik ke lab programming, tempat kami menginap semalam, karena program semalam masih belum kelar. Setiba didepan lab, ternyata lab telah dikunci, dan alhamdulillah kami terkunci diluar dengan barang-barang kami masih didalam. Kami berusaha berhusnudzon, kalau admin labnya (mungkin) lagi keluar cari makan pagi. Setelah hp kami menunjukkan pukul 06.00, kami mulai resah. Waktu terasa begitu lama,  dan kami masih menunggu lab dibuka kembali dengan perut yang cukup lapar dan mata mengantuk, karena semalam kami tidur sekitar jam 2.


Alhamdulillah, akhirnya setelah jam 07.00, pintun lab tak kunjung bisa kami buka paksa. Kami makin galau tak jelas, mulai muncul sakwa sangka, "mungkin adminya pulang", atau "adminnya tidur semua didalam", dan lainnya. Kami habisnya waktu kami dengan mengobrol, semuanya kami bahas, dari hal yang cukup penting sampai hal-hal sampah yang terpaksa kami bahas guna mengisi waktu. Kami mengecek jam di hp kami lagi, ternyata sudah pukul 08.00, dan tidak ada  tanda-tanda kalo pintunya akan terbuka secara ajaib, namun kami masih tetap setia menunggu didepan seperti gelandangan yang kusut raut wajahnya (haha.. agak lebay).


Akhirnya sampai pada momen-momen "islami". Aku berbicara pada temanku dengan khas minangku, sebut saja ahmad, "mad, ade pernah diajarkan dulu, kito bisa mode iko pasti karano izin dari Allah Subhanu wata'ala, kan bisa se sabananyo pintu lab iko indak bakunci, tapi secaro mendadak pagi ko labnyo dikunci pas kito sholat, pasti lah iko rencana dari Allah Subhanahu Wata'ala". Seakan mengerti dengan apa yang ku maksud, dia mengatakan kalo ini mungkin bukan saja azab dunia bagi kami karena telah melalaikan sholat shubuh, tapi juga teguran bagi kami yang terlalu sering begadang. Memang benar, kami terlalu sering begadang, padahal Rasulullah SAW, membenci begadang, karena lebih banyak mudhoratnya ketimbang manfaatnya.


Sebetulnya, jika kami tidur lebih awal , lalu bangun lebih awal, aku yakin besok paginya otak kami akan lebih kreatif memikirkan solusi-solusi untuk tugas kami, dibanding kami memeras otak kami sampai jam 2 pagi, namun bisa mengakibatkan kami telat bangun dan kesehatan kami terancam. Dan efek paling berbahaya dari begadang, sholat kami terlalaikan dan besok paginya menjadi tidak semangat plus ngantuk berat.

Dengan harapan yang semakin menipis seiring dengan makin naiknya matahari sesuai garis edarnya, aku menyarankan agar kami berdoa kepada Allah Subhanahu Wata'ala guna diampuni dan beri akses kedalam lab. Setengah jam berlalu setelah berdoa, namun masih belum ada tanda-tanda akan adanya secercah harapan.  Kami  makin lapar dan mengantuk, serasa ingin cepat-cepat pulang ke kos untuk istirahat, namun sepertinya doa kami belum dihijabahkan. Lima belas menit kemudian, 2 orang senior ingin masuk ke lab programming juga. Mereka terkejut ketika mengetahui pintu lab terkunci, maka langsung kami katakan, "pintunya terkunci mas, mungkin semua adminnya ketiduran didalem..", dengan segera, salah seorang senior meraih ponselnya lalu berusaha menghubungi temannya untuk membukakan pintu lab dari dalam. Tak lama kemudian pintu lab terbuka, dan muncul lah seorang admin lab dengan wajah cukup kusut seperti baru bengun dari hibernasi yang panjaaaang. Dengan segera kami masuk kedalam lab dan mengemasi barang-barang kami. Sebelum pulang, aku mengatakan ke temanku, "Akhirnya doa kito dikabulkan Allah Subhanahu Wata'ala.. :)"


Aku yakin, begitu lah cara Allah Subhanahu Wata'ala mengajari kami, khususnya diriku. Aku berharap, dengan sharing kisah ini, semoga kita (terutama saya)  mendapat esensinya dan mengamalkanya. Dan semoga saya  tidak lagi bagadang terlalu sering, apalagi jika tidak terlalu penting.. :)



Waallahu A'lam Bisshawab...



Jumat, 20 Desember 2013

Kepada-Nya lah semua kenikmatan dikembalikan








Tepat sehari setelah kami berkumpul bersama dalam majelis ilmu,  Allah Subhanahu Wata'ala langsung memberikan ku pratikum atas materi yang kami diskusikan sebelumnya. Kami membahas tentang syukur dan kebahagian, sebuah materi klasik namun terus menerus kita ulang agar tidak lupa untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Diakhir materi ada sesi diskusi, maka kakak mentor mulai meminta tanggapan atau apakah ada yang ingin bertanya.



Setelah hening beberapa saat, seorang teman bertanya, "bagaimana kita bisa bersyukur atau bahagia , jika orang yang kita cintai dipanggil ilahi ?". Seakan ada jeda beberapa saat untuk kami berpikir logis, bagaimana caranya kita bersyukur jika hal yang kita cintai diminta kembali oleh Sang Ilahi ?. Maka, mentor kami mencoba menjawab, "bukankah itu milik Allah Subhanahu Wata'ala, dan segala-segalanya adalah milik-Nya, dan kepada-Nya lah semua kembali, memang tidak logis kita berbahagia jika dalam kasus tersebut, namun tidaklah boleh kita meratapi jika mengalami kasus tersebut".


Seketika aku teringat akan ilmu yang dulu aku dapatkan dari seorang ulama, maka langsung aku utarakan kedalam majelis ilmu kami, sebagai tambahan dari pendapat senior tadi, "Kita bisa mencontoh betapa tabahnya juru parkir, meskipun seakan-akan ia memiliki banyak mobil dan motor, tapi ia paham bahwa sejatinya itu bukan lah miliknya, dan ketika mobil/motor itu diambil oleh yang punya, si juru parkir tidak bersedih hati". Seakan-akan aku begitu khatam dengan apa yang ku utarakan tadi.


Seperti biasa, aku dan beberapa teman terpaksa menginap lagi dikampus, karena banyak yang harus kami seleseikan, dan ketika menginjak tengah malam, aku mulai merasa tidak enak badan. Alhamdulillah, besok paginya, saya sakit. Sepertinya Allah Subhanahu Wata'ala ingin menguji ilmu yang kami diskusikan di majelis ilmu kemaren, apakah saya  benar-benar sudah "khatam" atau belum. Dengan segera aku ke parkiran guna mengambil sepeda agar bisa berbenah diri di kos, karena aku ada ujian jam 7 pagi. Dan alhamdulillah, tidak cukup Allah Subhanahu Wata'ala mengambil nikmat kesehatan yang dititipkan kepadaku, namun Dia juga mengambil nikmat transportasi yang telah titipkan kepadaku selama 4 bulan. Sepeda tersebut adalah alat trasportasiku satu-satunya, sekarang tidak dapat dioperasikan lagi, karena  gerigi, plat, dan jari-jari sepedanya telah rusak, tentunya atas izin-Nya, sehingga tidak bisa dikayuh lagi.


Langsung aku teringat akan kalimat "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un", esensi dari kalimat tersebut adalah, semua yang ada di alam semesta ini adalah milik-Nya dan kepada-Nya semua itu kembali. Tidak cukup nikmat kesehatan yang Allah Subhanahu Wata'ala ambil, namun nikmat transportasi juga. Namun Allah Subhanahu Wata'ala memang sangat mengasihani ciptaan-Nya, dalam keadaan tidak terlalu sehat, aku harus berjalan cukup jauh ke kampus, selalu saja pertolongan-Nya datang, pertolongan yang selalu tidak pernah aku duga.


Sebagai seorang muslim kita harus selalu berprasangka baik kepada Allah Subhanahu Wata'ala, karena PASTI rencana-Nya lah yang terbaik untuk kita, meskipun terkadang kita belum bisa memahami esensi yang terkadung didalamnya dan butuh waktu bagi kita untuk bisa memahaminya secara shahih.


Beberapa kalimat motivasi yang menurut saya luar biasa, :

Pernahkah saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba terpikirkan olehmu ingin berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang?
Itu adalah اللّه yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk pintu hatimu (QS 4:114, 2:195, 28:77).

Pernahkah saat kau sedang sedih, kecewa tetapi tidak ada orang di sekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati?

Itulah adalah اللّه yang sedang rindu padamu dan ingin agar kau berbicara pada-NYA (QS 12:86).

Pernahkah tanpa sengaja kau memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu, tiba-tiba orang tersebut muncul, atau kau bertemu dengannya, atau kau menerima telepon darinya?

Itu adalah Kuasa اللّه yang sedang menghiburmu
Tidak ada yang namanya kebetulan (QS 3:190-191).

Pernahkah kau mendapatkan sesuatu yang tidak terduga, yang selama ini kau inginkan tapi rasanya sulit untuk didapatkan?

Itu adalah اللّه yang mengetahui dan mendengar suara batinmu serta hasil dari benih kebaikan yang kau taburkan sebelumnya (QS 65:2-3).

Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, semua terasa begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong bahkan menakutkan?

Itu adalah saat اللّه mengizinkan kau untuk diuji, Dan اللّه ingin mendengar rintihan serta do'amu agar kau menyadari akan keberadaan-NYA.... Karena DIA tahu kau sudah mulai melupakan-NYA dalam kesenangan (QS 47:31, 32:21).

Jika kau peka, akan sering kau sadari bahwa KASIH dan KUASA اللّه selalu ada di saat manusia merasa dirinya tak mampu.

Apakah kau pikir tulisan ini hanya iseng terkirim padamu? Tidak!
Sekali lagi, TIDAK ADA YANG KEBETULAN...

Beberapa menit ini tenangkanlah dirimu, rasakan kehadiran-NYA..., dengarkan suara-NYA yang berkata: "Jangan khawatir, AKU di sini bersamamu." (QS 2:214, 2:186).

Waallahu A'lam Bisshawab..

Rabu, 11 Desember 2013

Sedikit Muqaddimah

                             https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc1/t1.0-9/p235x350/998159_720437531329721_889082636_n.jpg


Setelah sekian lama vakum dalam dunia blogging, akhirnya saya muncul lagi kepermukaan. Terakhir saya blogging itu sekitar awal tahun 2012, lalu akhirnya saya kehilangan gairah dalam ngeblog. Saya seperti "kehilangan arah" dalam ngeblog, ketika saya sadar jika memposting software bajakan maka saya akan "panen" dosa. Jika saya sekedar menggunakan software bajakan, setidaknya saya sudah berdosa, apalagi jika saya menyebarkannya keseluruh indonesia ??. Postingan saya terdahulu tidak hanya tentang software bajakan, tapi juga musik dan film bajakan. Dari data yang saya lihat terakhir, blog ini telah diakses lebih dari 10.000 akses, jika "panen dosa" ini bisa ditukar dengan  1 dolar, mungkin saya sudah bisa naik haji lalu membeli hunian mewah di Los Angeles dengan kolam renang yang begitu luas (terlalu berlebihan sih..). Inti dari muqoddimah yang panjang lebar ini adalah, saya kehilangan passion dalam ngeblog, atau dalam bahasa keren dikampus saya, "mutung".


Lalu mengapa saya "mencuat" lagi ke permukaan ?. Sulit bagi saya mengungkapkan faktor "X" ini, tapi mungkin secara halus bisa dibilang ada sebuah "konspirasi" yang memaksa saya kembali ngeblog (Haha..Lebay). Sejujurnya, disisi lain ada rasa rindu untuk ngeblog lagi. Saya berharap, dengan mencoba ngeblog lagi, setidaknya bisa menemukan passion saya lagi. Saya akan mencoba mengubah haluan ngeblog saya. Saya akan membuat kategori khusus diblog ini, mungkin bisa diberi label, "About Me" (mungkiiin). Sekilas blog ini akan terlihat seperti "Blog Curhatan" untuk kedepannya, tapi saya berusaha untuk tidak kebablasan, karena sosial media tidak sepenuhnya "pantas" sebagai tempat curahan hati, tapi Allah Subhanahu Wata'ala lah tempat curhat yang haqiqi. :)


Di kampus saya, begitu banyak "manusia-manusia super", entah itu kemampuan ngodingnya atau  makul lainnya, tapi yang menjadi fokus saya sekarang bukanlah hal itu. Satu hari yang lalu saya mendapat pelajaran yang luar bisa dari seorang teman di kampus. Pelajaran ini jauh lebih penting dari pemrograman, sistem digital, atau lainnya, karena ini pelajaran tentang bersyukur kepada Sang Pencipta alam semesta.


Kadang kita sering lupa untuk bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata'ala, bahkan terkadang kita terlalu angkuh untuk bersyukur kepada-Nya. Contoh sederhana, ketika makan, kita enggan berdoa, dan setelah makan pun kita juga masih angkuh untuk berdoa sebagai wujud rasa syukur. Sering kita "mencampakan" Allah Subhanahu Wata'ala. Betapa sombongnya kita, mengucapkan alhamdulillah ketika berdoa selesei sholat pun enggan, bahkan sholat pun kadang kita juga sering lalai, termasuk saya sendiri.

Begitu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita, namun kita hanya sadar akan nikmat makan dan minum, lalu bagaimana dengan nikmat kesehatan, pendidikan, ketenangan jiwa, perlindungan, pemahaman ilmu, dan yang lainnya ? Ya, kita sering lupa akan nikmat Allah yang begitu luas, namun Allah Subhanahu Wata'ala tetap saya mengasihani kita, selalu saja memberi kita nikmat dunia yang tiada henti-hentinya, meski kita terlalu sering "mencampakan"-Nya.


Bagaimana jika kita sampai pada keadaan sangat terdesak, ketika orangtua, teman, saudara, pacar, dosen, gebetan, dan mantan sekalipun tidak mampu memberi bantuan kepada kita ?,  tentu hanya Allah lah satu-satunya  pilihan terakhir kita, meski kita sadar telah "mencampakan"-Nya. Lalu bagaimana jika Allah Subhanahu Wata'ala ternyata juga telah "mencampakan" kita yang notabene sangat kufur akan nikmatnya, kepada siapa kita akan mencari pertolongan ?. Satu pesan yang ingin saya sharing, orangtua, teman, pacar, gebetan, dosen, cleaning service  , atau siapapun lah, mereka pasti tidak akan selalu ada untuk kita, namun ada yang pasti selalu untuk kita, yaitu Allah Subhanahu Wata'ala. :)



Semoga ilmu yang sedikit ini bisa me-refresh iman kita yang semakin hari semakin tegerus. Saya teringat sebuah pesan yang cukup unik, "Smartphone aja di charging, masa iman lu kagak..??". Marilah kita mulai dengan hal-hal yang dianggap sepele, seperti berdoa sebelum dan sesudah makan, berdoa setelah sholat, dzikrullah, dan kalo bisa sempatin juga dhuha. Mengenai dzikrullah, mungkin kedepannya saya bisa sharing tentang "Mantra" yang sangat ampuh bagi saya, In Shaa Allah.. :)


Admin mohon maaf bila ada kesalahan, karena sejatinya admin bukanlah ulama atau bahkan lulusan pondok, namun dengan semangat saling mengingati sesama muslim, mari kita saling berbagi. Semoga kita selalu dapat menginstropeksi diri, khususnya admin sendiri. Dan semoga kita menjadi pemuda/pemudi yang diridhoi Allah Subhanahu Wata'ala..
Allahumma Aamiin..

Huallahu A'lam Bishshawab...

Foto saya
Status : Mahasiswa Teknik Informatika