Kamis, 09 Agustus 2012

Keutamaan Ayat Kursi


Ayat kursi adalah ayat yang paling agung di dalam Al-Quran. Karena di dalamnya terdapat 3 macam tauhid yang terkumpul di dalamnya, yaitu tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid nama dan sifat Allah.





Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, “Ayat Kursi ini memiliki kedudukan yang sangat agung. Dalam hadits shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa ia merupakan ayat teragung yang terdapat dalam Al-Quran.

Sebagaimana yang ada pada pertanyaan yang diajukan oleh Rasulullah kepada Ubay bin Ka’ab, “Ayat mana yang paling agung dalam kitabullah?” Ubay menjawab, “Ayat Kursi.” Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menepuk dada Ubay kemudian berkata, “Wahai Abu Mundzir, semoga engkau berbahagia dengan ilmu yang engkau miliki.” (HR. Muslim)

Di antara keutamaannya adalah :

1.Membentengi diri dari gangguan setan
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Apabila engkau mendatangi tempat tidur (di malam hari), bacalah Ayat Kursi, niscaya Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi” (HR. Al-Bukhari)

2.Salah satu sebab masuk ke dalam surga
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi setelah selesai shalat, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian” (HR. An-Nasa-i, dinilai shahih oleh Al-Albani)


3.Lebih agung dari langit dan bumi
Sufyan ats-Tsauri berkata, “Sebab ayat kursi merupakan (salah satu) kalamullah (perkataan Allah), sedangkan kalamullah itu lebih agung dari ciptaan Allah yang berupa langit dan bumi” (HR. At-Tirmidzi)


Beberapa hadits di atas menunjukkan keutamaan yang terdapat dalam Ayat Kursi. Apabila kita merutinkannya, maka akan kita dapati keutamaan yang sangat banyak. Hendaknya setiap muslim bersemangat kepada apa yang bermanfaat baginya. Karena Ayat Kursi sendiri bukanlah ayat yang panjang dan sulit untuk dihapal. Semoga Allah mudahkan.

Selain itu, Ayat kursi memiliki banyak fadilah atau keutamaan. Salah satunya adalah bisa untuk menaklukkan makhluk halus dan kisah Abu Hurairah dengan Iblis.



1. Kisah Abu Hurairah dan Iblis

Dari Abu Hurairah, dia berkata, Aku ditugaskan Rasulullah saw. untuk menjaga hasil zakat pada bulan Ramadhan. Tiba-tiba datanglah seseorang kepadaku, dan mengambil sedikit dari zakat itu. Maka aku menangkapnya seraya berkata, 'Kamu akan ku adukan kepada Rasulullah.' Orang itu berkata, 'Lepaskan aku, sesungguhnya aku orang miskin, punya banyak anak.' Maka aku pun melepaskannya. 

Pada keesokan harinya, Rasulullah saw. bertanya kepadaku, 'Hai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawanan mu kelmarin?' Aku menjawab, 'Ya Rasulullah, dia mengadukan kemiskinannya dan keluarganya yang banyak, maka aku kasihan dan aku membebaskannya.'

Nabi bersabda, 'Sesungguhnya orang itu berdusta kepadamu, dan dia akan kembali.' Karena Rasulullah SAW telah  memberi tahu saya, maka saya sudah mengerti. Lalu aku pun mengintipnya, ternyata dia datang untuk mengambil makanan lalu aku menangkapnya lagi seraya berkata, 'Sungguh aku akan mengadukan mu kepada Rasulullah saw.' Dia berkata, 'Lepaskanlah aku, sesungguhnya aku sangat susah dan punya keluarga yang banyak, saya tidak akan kembali.' Maka aku pun merasa kasihan dan membebaskannya lagi.

Keesokan harinya, Rasulullah saw. bertanya kepadaku, 'Hai Abu Hurairah, apa yang telah dilakukan tawananmu kelmarin?' Saya menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia mengadukan kemiskinan dan jumlah keluarganya yang banyak, maka aku pun jatuh kasihan dan membebaskannya lagi.'

Nabi bersabda, 'Sesungguhnya dia berdusta kepadamu, dan dia akan kembali.' Maka pada yang ketiga kalinya aku mengintipnya. Dia datang mengambil makanan. Segera aku menangkapnya seraya berkata: 'Sungguh aku akan mengadukan mu kepada Rasulullah Ini adalah yang ketiga kalinya. Kamu mengatakan bahwa kamu tidak akan kembali, namun nyatanya kembali lagi.'

Dia berkata, 'Izinkan aku mengajarimu beberapa kalimat yang dengannya kamu akan beroleh manfaat dari Allah.' Saya bertanya: 'Kalimat apakah itu?' Dia berkata: 'Apabila kamu hendak tidur, maka bacalah ayat kursi. 'Maka Allah akan senantiasa melindungimu dan syaitan tidak akan mendekatimu hingga pagi.'

Maka akupun membebaskannya. Keesokan hari, Rasulullah saw. bertanya kepadaku, 'Apa yang telah dilakukan oleh tawanan mu kelmarin?' Saya menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah mengajariku beberapa kalimat yang dengannya Allah akan memberiku manfaat, maka aku pun melepaskannya.' Beliau bertanya, 'Kalimat apakah itu?' Saya menjawab, 'Dia berkata kepadaku, 'Apabila kamu akan tidur, maka bacalah ayat kursi.' Dia berkata kepadaku, 'Allah akan senantiasa melindungimu dan syaitan tidak akan mendekati mu hingga pagi.'

Maka Nabi saw. bersabda, 'Dia telah berkata benar kepadamu, walaupun sebenarnya dia adalah pendusta. Hai Abu Hurairah, tahukah dengan siapa kamu berbicara selama tiga malam itu?' Saya menjawab tidak. Nabi bersabda, 'Dia adalah syaitan.'" (HR Bukhari)

2.Jin Ifrit Dikalahkan Ayat Kursi

Ayat kursi juga mampu menaklukkan makhluk halus. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Saudagar kaya raya bernama Ka'ab yang membunuh Jin Ifrit dengan bacaan Ayat Kursi.

Pada Suatu hari, seorang pedagang bernama Ka'ab melakukan perjalanan ke negeri Basrah.
Ia membawa barang dagangannya untuk dijual. Setelah Ka'ab sampai di Basrah, dia mencari tempat penginapan, akan tetapi semua penginapan pada hari itu ternyata tidak ada yang kosong. Semua telah dipesan oleh pedagang yang lebih dahulu datang sebelum Ka'ab.

Karena kehabisan penginapan, Ka'ab berinisiatif mencari tempat istirahat. Ia kemudian menemukan sebuah rumah kosong yang pada dindingnya terdapat banyak sarang laba-laba. Ka'ab akhirnya berhasil menemui pemiliknya. Ia bermaksud menyewa rumah itu selama kurang lebih satu minggu.


"Rumah ini aneh sekali, selalu menjadi pembicaraan masyarakat disini," kata si pemilik rumah.
"Apa yang terjadi pada rumahmu ini?" tanya Ka'ab.
"Kata beberapa orang, rumah ini didiami oleh Jin Ifrit. Sudah banyak orang yang mencoba menempatinya, namun akhirnya mereka semua binasa," jelas si pemilik rumah.

 

Rumah Kosong Yang Angker
Merasa terpaksa karena tidak menemukan penginapan, akhirnya Ka'ab bersedia menempati rumah kosong itu.
"Meskipun orang lain berkata demikian, saya sanggup tinggal disini asalkan Tuan mengizinkan saya," pinta Ka'ab.
"Baiklah, saya tidak keberatan dan saya tidak akan meminta bayaran sedikitpun," jawab si pemilik rumah.

Ka'ab akhirnya tinggal di rumah kosong yang angker itu. Pada malam itu, tidak ada hal ganjil yang dialaminya. Keesokan harinya Ka'ab berkeliling untuk menjual barang dagangannya, dan ketika matahari hampir terbenam, ia kembali pulang.
Malam itu Ka'ab mengalami beberapa keanehan. Matanya sulit sekali untuk dipejamkan.

Kemudian dalam kondisi yang sepi, tiba-tiba ia dikejutkan dengan sosok bayangan hitam yang memiliki dua mata menyala-nyala seperti bara api yang mendekatinya. Maka secara spontan, Ka'ab terjaga dan membaca ayat Kursi.
Akan tetapi bayang-bayang itu tidak menghilang, malah sosok hitam itu turut mengikuti apa yang dibaca oleh Ka'ab, hingga hampir sampai pada akhir ayat Kursi.

Jin Ifrit Terbakar Sampai Jadi Abu.
Akan tetapi setelah Ka'ab membaca akhir ayat Kursi Walaa Yauduhu khifzuma wa huwal aliiyul 'adzim, bayang-bayang hitam itu lenyap dan suaranya sudah tidak terdengar lagi.
Ka'ab heran dan ia terus mengulangi bacaannya hingga ayat Kursi yang terakhir untuk memastikan bayang-bayang hitam itu benar-benar hilang. Lenyapnya Jin Ifrit itu disertai bau seperti barang yang terbakar.

Keesokan paginya, Ka'ab mendapati di salah satu sudut rumah itu terdapat bekas-bekas abu seperti ada sesuatu yang telah terbakar. Di saat itu, Ka'ab mendengar suara gaib,
"Hai Ka'ab, engkau telah membakar Jin Ifrit yang kuat."
"Dengan apa aku membakarnya?" tanya Ka'ab.
"Dengan firman Allah, alaa Yauduhu khifzuma wa huwal aliiyul 'adzim,"jawab suara gaib itu.

Demikian kisah Tewasnya Jin Ifrit oleh Ayat Kursi.
Seperti diketahui, Ayat Kursi diwahyukan kepada Rasulullah SAW diiringi oleh ribuan malaikat karena kebesaran dan kesucian ayat tersebut. Karena itu, Jin Ifrit yang kuat pun tidak mampu menahan kehebatan Ayat Kursi. 








By : www.adeilhamfajri.blogspot.com

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Foto Saya
Status : Mahasiswa Teknik Informatika